Idenya Mac Gyver

Mengenali Tahapan Motorik Pada Anak

Mengenali Tahapan Motorik Pada Anak

motorik anak

Perkembangan motorik pada setiap anak merupakan perkembangan yang setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik pada anak-anaknya. Untuk hal tersebut maka dalam perkembangan yang baik pada motorik anak harus dilakukan stimulasi atau rangsangan khusus yang bisa membuat perkembangannya menjadi lebih baik. Bagi setiap orang tua sebelum memahami dalam perkembangan anak ada baiknya juga mengenali tahapan dalam perkembangan motorik anak.

Dengan mengenali akan berbagai perkembangan terutama dalam tahapan motorik anak maka bagi orang tua bisa mengenali sejak awal jika terjadi gangguan pada kemampuan motorik anak. Dengan mendeteksi sejak awal, maka masalah yang terjadi dapat diatasi sejak awal sehingga motorik anak dapat berkembang dengan baik. Jika gangguan yang dialami kurang diperhatikan atau tidak terdeteksi maka masalahnya akan berpengaruh pada motorik halus dan dan motorik kasar anak.

motorik anak
motorik anak

Pada awal perkembangan motorik anak misalnya pada motorik kasar merupakan perkembangan pada gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh. Pada perkembangan motorik kasar ini berkembangan lebih kepada fisik anak seperti kemampuan anak dalam berlari, duduk, menendang, atau yang lainnya. Perkembangan pada fisik ini akan terus berkembang sesuai dengan usia anak yang lebih besar dalam kematangan fisiknya.

Adanya perkembangan pada motorik kasar ini bisa didukung karena berbagai hal seperti lingkungan yang mendukung, perkembangan sistem saraf, atau kemampuan fisik pada anak yang lainnya. Contoh untuk hal ini seperti saat kaki anak sudah cukup kuat maka ia akan mulai dapat berdiri dan berjalan sendiri.

Sementara itu untuk motorik halus pada anak merupakan kemampuan yang pada anak yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi antara mata dengan tangan anak.

Kemampuan pada motorik halus biasanya dapat dilatih dan dikembangkan dengan berbagai rangsangan yang diberikan seperti menyusun balok, memasukan benda dalam lubang, bermain puzle atau yang lainnya. untuk setiap perkembangan motorik halus pada masing-masing anak biasanya satu dengan yang lainnya berbeda yang dipengaruhi stimulan yang didapatkan atau bawaan dari anak itu sendiri.